CHAPTER III Research Methods

22 Jun

Nama : Mahreza rb

Npm :24212392

Kls : 3eb21


Research Methods

3.1 Object Research

The object of research are raised by the author in scientific writing is PT.Pondok Tirta Sentosa, Tbk Perhotelan.Kantor engaged in this enterprise center is located at Jln. Halim Perdana Kusuma Raya No. 1A East Jakarta 13650, Indonesia Tel: 8009009, Fax: 8009011 PT.Pondok Tirta Sentosa is one of the group founded by business entrepreneur

“Suntoso Yacob,” Since the 19th of february 1959.

3.2 Data Digunak = an

The data used in this study is the Financial Statements in Tirta PT.Pondok Sentosa, namely the balance sheet and income statement. The phases are required in the calculation of Economic Value Added (EVA) is EAT, Interest Expense, working capital, capital invested, Cost of Equity Capital And Capital Charges

3.3 Data Collection Methods

In scientific writing, the data used is secondary data collection .This method is carried out by the research literature through books, journal relating to the Economic Value Added (EVA), and download or download financial reports PT.Pondok Tirta Sentosa, from the internet to the site The

3.4 Analysis Tools Used clincher

In this paper, the authors use an analysis tool that is Economic Value Added (EVA)

Measurement used to assess the company with EVA method or process of the added value is as follows

If EVA> 0, this shows the added value ekonomisbagiperusahaan happen. If EVA <0, indicating no added value ekonomisbagiperusahaan occur. If EVA = 0, indicating the position of “breakeven” because profits have been used to pay obligations to funders both creditors and shareholders.

EVA calculation steps are systematically as follows:

NOPAT = EAT + Interest Expense

2 Invested Capital

Invested Capital = Cash + Working capital + Assets

3.Tingkat capital of the debt (D)

The level of capital (D) = Total Debt

Total Debt & Equity

4.Cost of Debt / Cost of Debt (rd)

Cost of Debt (rd) = Cost of Interest

Total Debt

Tax 5.Persentase pengasilan (T) = Tax Expense

Profit Before Tax

6.Cost of Equity / Cost of Equity (rd) Cost of Equity (rd) = 1 / PER


Metode Penelitian

3.1 Objek Penelitian

Objek penelitian yang diangkat oleh penulis dalam penulisan ilmiah adalah PT.Pondok Tirta Sentosa, Tbk yang bergerak dibidang Perhotelan.Kantor pusat perusahaan ini berada di Jln. Raya Halim Perdana Kusuma No 1A Jakarta Timur 13650, Indonesia Tel : 8009009, Fax :8009011 PT.Pondok Tirta Sentosa adalah salah satu kelompok bisnis pengusaha yang didirikan oleh

“ Suntoso Yacob,” Sejak tanggal 19 february 1959 .

3.2 Data yang Digunak=an

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Laporan Keuangan pada PT.Pondok Tirta Sentosa , yaitu neraca dan laporan laba-rugi . Fase-fase yang diperlukan dalam perhitungan Economic Value Added (EVA) adalah EAT,Biaya Bunga, Modal Kerja, Modal yang diinvestasikan , Biaya modal Ekuitas Serta Capital Charges

3.3 Metode Pengumpulan Data

Dalam penulisan ilmiah ini , data yang digunakan adalah data sekunder .Metode pengumpulan yang dilakukan dengan penelitian studi pustaka melalui buku, Jurnal yang berkaitan dengan Economic Value Added (EVA), dan mengunduh atau mendownload laporan keuangan PT.Pondok Tirta Sentosa , dari internet dengan situs di

3.4 Alat Analisis Yg Digunakan

Dalam penulisan ini, penulis menggunakan alat analisis yaitu Economic Value Added (EVA)

Tolak ukur yang digunakan untuk menilai perusahaan dengan metode EVA tentang atau proses nilai tambah adalah sebagai berikut

Jika EVA > 0, hal ini menunjukan terjadi nilai tambah ekonomisbagiperusahaan. Jika EVA < 0, hal ini menunjukan tidak terjadi nilai tambah ekonomisbagiperusahaan. Jika EVA = 0, hal ini menunjukan posisi “impas” karena laba telah digunakan untuk membayar kewajiban kepada penyandang dana baik kreditur maupun pemegang saham.

Langkah –langkah perhitungan EVA secara sistematis sebagai berikut:

NOPAT = EAT + Biaya Bunga

2 INVESTED Capital

INVESTED Capital = Kas+ Modal kerja+ Aktiva tidak lancar

3.Tingkat modal dari hutang (D)

Tingkat modal (D) = Total Hutang

Total Hutang & Ekuitas

4.Cost of Debt / Biaya Hutang (rd)

Biaya Hutang (rd) = Biaya Bunga

Total Hutang

5.Persentase Pajak pengasilan (T) = Beban Pajak

Laba Sebelum Pajak

6.Cost of Equity/ Biaya Ekuitas (rd) Biaya Ekuitas (rd) = 1 / PER


BAB III Metode Penelitian

22 Jun

Nama : Mahreza rb

Npm : 24212392

kls : 3eb21


Metode Penelitian

3.1 Objek Penelitian

Objek penelitian yang diangkat oleh penulis dalam penulisan ilmiah adalah PT.Pondok Tirta Sentosa, Tbk yang bergerak dibidang Perhotelan.Kantor pusat perusahaan ini berada di Jln. Raya Halim Perdana Kusuma No 1A Jakarta Timur  13650, Indonesia  Tel : 8009009, Fax :8009011 PT.Pondok Tirta Sentosa adalah salah satu kelompok bisnis pengusaha yang didirikan oleh

“ Suntoso Yacob,” Sejak tanggal 19 february  1959 .

3.2 Data yang Digunak=an

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah  Laporan Keuangan  pada PT.Pondok Tirta Sentosa , yaitu neraca  dan laporan laba-rugi . Fase-fase yang diperlukan dalam perhitungan Economic Value Added (EVA) adalah EAT,Biaya Bunga, Modal Kerja, Modal yang diinvestasikan , Biaya modal Ekuitas  Serta  Capital  Charges

3.3 Metode Pengumpulan  Data

Dalam penulisan ilmiah ini , data yang digunakan adalah data sekunder .Metode pengumpulan yang dilakukan dengan penelitian  studi pustaka melalui buku, Jurnal yang berkaitan dengan Economic Value  Added (EVA), dan mengunduh atau mendownload laporan  keuangan PT.Pondok Tirta Sentosa , dari internet dengan situs di

3.4 Alat Analisis Yg Digunakan

Dalam penulisan ini, penulis menggunakan alat analisis yaitu Economic Value Added (EVA)

Tolak ukur yang digunakan untuk menilai perusahaan dengan metode EVA tentang atau proses nilai tambah adalah sebagai berikut

Jika EVA > 0, hal ini menunjukan terjadi nilai tambah ekonomisbagiperusahaan.                                                               Jika EVA < 0, hal ini menunjukan tidak terjadi nilai tambah ekonomisbagiperusahaan.                                                           Jika EVA = 0, hal ini menunjukan posisi “impas” karena laba telah digunakan untuk membayar kewajiban kepada penyandang dana baik kreditur maupun pemegang saham.

Langkah –langkah perhitungan EVA secara sistematis sebagai berikut:

  1. NOPAT

NOPAT = EAT + Biaya Bunga

2.Invested Capital

Invested  Capital = Kas+ Modal kerja+ Aktiva tidak  lancar

3.Tingkat modal dari hutang  (D)

Tingkat modal (D) =        Total Hutang

Total Hutang & Ekuitas

4.Cost of Debt / Biaya Hutang (rd)

Biaya Hutang (rd) =          Biaya Bunga

Total Hutang

5.Persentase Pajak pengasilan (T)  =            Beban Pajak

Laba Sebelum  Pajak

6.Cost of Equity/ Biaya Ekuitas  (rd)                                                                                                                                                 Biaya Ekuitas (rd) =   1 / PER

Tugas 3

28 May

mahreza rezqy bahtir



Tugas 3 Bahasa Inggris Bisnis 2

  1. Use the right tense to fill the blanks.
  2. Ann and Andy got married on June 1st. Today is June 14th Ann and Andyhave been married for two weeks. By June 7th, they would have beenmarried for one weeks, By June 28th, they will married for four weeks.
  3. This traffic is terrible we’re going to be late by the time we got to the airport. Bob’s plane already is arriving.
  4. The traffic was very heavy, by the time we got to the airport. Bob’s plane is already arrived.
  5. This morning I come to class at 09:00. Right now it is 10:00 and I’m still in class. Ihave been sat at this desk for an hour. By 09:30, I was sit here for a half an hour. By 11:00, I will have been here for two hours.
  6. I’m getting tired of sitting in the car. Do you realize that by the time we arrive in phoenix, we have driven for twenty straight hours?
  7. Yesterday, John ate breakfast at 08:00. He already ate breakfast. When weleftfor class at 08:45. He always eats before he goes to class.
  8. John is in class every morning from 09:00 to 12:00 two days ago, I calledhim at 11:35, but I could not reach him because he didn’t attend class at that time.
  9. Tomorrow, after he have ate dinner. John will go to a movie. In the other words, he would have ate by the time he went to the movie.
  10. Right now, Jake taking a nap he fall asleep an hour ago.
  11. Mr.John is in my English class. He is studying English this semester. He also take some other classes. His classes begin at 09:00 everyday.
  1. Change into passive if possible if impossible write “no change”.
  2. My sisters plane will arrive at 10:35 – no change
  3. When did someone invent radio? – no change
  4. When is someone going to to announce the result of the contest? – no change
  5. Someone stole my purse – my purse stolen by someone.
  6. Peter came here two months ago. – no change
  7. Rice grown in Bogor – no change

III. Combine the two sentences with using the ‘B’.

  1. A : We are studying sentences.

B : Contain adjective clause.

We are studying sentences which contain adjective clause.

  1. A : I liked your composition

B : You Wrote it

I liked your composition whose you wrote it.

  1. A : I come from a country

B : it’s history goes back thousand of years.

I come from a country where it’s history goes back thousand of years.

  1. A : The man was very kind.

B : I talked to him yesterday.

The man was very kind when I talked to him yesterday.

  1. A : That is the drawer.

B : I keep my jewelry there.

That is the drawer where I keep my jewelry there.

  1. A : The girl was happy.

B : She won the race.

The girl was happy when she won the race.

  1. A : The students is from china.

B : He sits next to me.

The students is from china where he sits next to me.

  1. A : The professor is excellent.

B : I’m taking his course.

The professor is excellent when  I’m taking his course.

  1. A : The people were very nice.

B : We visited their house.

The people were very nice when we visited their house.

  1. A : I apologized to the woman.

B : I spilled her coffee.

I apologized to the woman which I spilled her coffee.

Bahasa Inggris Bisnis 2 Tugas 1

27 May

Mahreza Rezqy Bahtiar



Bahasa Inggris Bisnis 2


In accounting, the account code is a naming / numbering that is used to classify a post or transaction account. Each type of post in the accounting system should have a code or number that can be grouped into six categories, namely:

– Assets

– Liability

– Equity

– Revenue

– Cost of goods sold

– Expenses

I will discuss about Revenue is the gross inflow of economic benefits arising from aktivitasnormal company during a period when the inflows result in increases in equity, which is not derived from the contribution of growers modal.Pendapatan applied in accounting for revenue arising from transactions and events

Economic follows:

a.penjualan goods,

b.penjualan services, and.

c.penggunaan assets of the entity by other parties which generates interest, royalties, and dividends


Dalam akuntansi, kode akun adalah suatu penamaan/penomoran yang dipergunakan untuk mengklasifikasikan pos atau rekening transaksi. Setiap jenis pos dalam satu sistem akuntansi harus memiliki kode atau nomor yang dapat dikelompokkan dalam 6 jenis kategori, yaitu:

–          Aset

–          Liabilitas

–          Ekuitas

–          Pendapatan

–          Harga pokok penjualan

–          Beban

Saya akan membahas tentang Pendapatan Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitasnormal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas,yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.Pendapatan diterapkan dalam akuntansi untuk pendapatan yang timbul dari transaksi dan peristiwa

ekonomi berikut ini:
 a.penjualan barang, 
 b.penjualan jasa, dan.
 c.penggunaan aset entitas oleh pihak-pihak lain yang menghasilkan bunga, royalti, dan dividen
REVENUE: Basically are all produced by the company.

Revenues are divided into two types, operating revenues and revenues outside the business.

= Revenue derived from principal activities of the company. Example: DVD sales business, the business income is from the sale of DVDs.

= Revenue earned from the sideline / other investments. Example: interest income.

PENDAPATAN: Pada dasarnya adalah semua yang dihasilkan oleh perusahaan.

Pendapatan dibagi dalam 2 jenis,pendapatan usaha dan pendapatan diluar usaha.

= Pendapatan yang diperoleh dari kegiatan utama perusahaan. Contoh: usaha penjualan DVD,pendapatan usahanya adalah dari hasil penjualan DVD.

= Pendapatan yang diperoleh dari usaha sampingan/investasi lain. Contoh: pendapatan bunga.

Bentuk-bentuk badan usaha

4 Jul

Kerangka Karangan

Topik :  Bentuk-bentuk badan usaha

Judul  : Ruang lingkup lembaga keuangan

Tujuan :                                                                                                                                                                              Untuk memberikan penjelasan tentang ruang lingkup lembaga keuangan bank seperti apa saja  kegiatan yang dilakukan oleh bank dan bagaimana bank dijalankan dengan baik untuk melayani masyarakat yang membutuhkan Simpanan dan Pinjaman uang

Rumusan Masalah :

Jenis –jenis bank

Jenis –jenis bank  tersebut  tugas utama dan pokok dalam suatu bank dalam menghimpun dana masyarakat dan mengaturnya untuk disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman.

Dilihat dari segi fungsinya menurutb undang-undang nomor 14 tahun 1967 jenis perbankan terdiri dari :

1.Bank Umum

2.Bank Pembangunan

3 14

4Bank pasar

5. Bank desa

6.Lumbung desa

7.Bank pegawai

Setelah keluar UU pokok perbankan 7 tahun 1992 dan ditergaskan lagi dengan keluarnya Undang-undang RI nomor 10 tahun 1998 maka jenis perbankan terdiri dari :

1.Bank umum

2Bank perkreditan rakyat (BPR)




Jenis bank berdasarkan kepemilikannya antara lain :

1.Bank milik pemerintah Bank milik pemerintah adalah bank yang dimiliki pemerintah baik modal dan keuntungan yang  didapat darin kegiatan perbankan tersebut sepenuhnya menjadi milik pemerintah

Sebagai Contoh :

-Bank Negara Indonesia 46 (BNI)

-Bank Rakyat Indonesia ( BRI)

-Bank Tabungan Negara (BTN)

Contoh lain bank milik pemerintah daerah seperti :

-BPD DKI Jakarta

-BPD Jawa Barat

-BPD Jawa Tengah

– dan BPD Lainya

dan BPD lainya

Bank milik swasta nasional

Bank yang pendirinya pihak swasta dan seluruh modalnya dimiliki oleh swasta, keuntungan yang diperoleh pun untuk swasta.

Contoh bank milik swasta antara lain :

–          Bank muamalat

–          Bank Cenral asia

–          Bank Bumi putra

–          Bank danamon

–          Bank Duta

–          Bank lippo

–          Dan Sebagainya

1.Bank milik koperasi

Kepemilikannya saham-saham bank ini dimiliki oleh perusahaan yang berbadan hokum koperasi

Contoh : Bank Umum koperasi Indonesia




Kasmir, SE., MM. bank dan lembaga keuangan lainnya, edisi revisi 06,Jakarta : rajawali pers 1999.

Nama : Mahreza Rezqy Bahtiar

Npm : 24212392

Kelas : 2EB21 




Bertani Apel Yuk!! Asyik Dan Mengasyikan??

11 Jun

Bertani Apel Yuk!! Asyik Dan Mengasyikan??

         Bertani buah Apel memang sangat perlu dan mengasyikan strategi yang matang karena memang tanah Indonesia sangat berbeda dengan tanah yang berada di Amerika Serikat sebagai salah satu penghasil Apel terbesar dan berkualitas di dunia. Namun jangan salah Loh??.., di Indonesia juga terdapat daerah-daerah khusus sentra tani Apel juga, Tahu engga salah satunya di daerah Pasuruan tepatnya di kecamatan Tutur (Nongkojajar). Disana banyak sekali terdapat petani-petani Apel yang sangat andal dan berpengalaman dalam pengusahaan tanaman buah Apel.

     Teman-teman siapa yang tahu???, Tanaman Apel yang banyak diproduksi di daerah Tutur adalah jenis Apel manalagi (Apel yang manis) dan Apel hijau (warnanya hijau polos dan segar). Tanaman Apel sendiri merupakan tanaman yang cocok pada lahan dataran tinggi (untuk di Indonesia) atau lebih condong pada dataran lereng pegunungan. Setiap tahunnya, tanaman Apel dipanen sebanyak 2 kali atau bisa dikatakan panen persemester . Dan sangat berbeda dengan tanaman buah yang lain, Apel merupakan tanaman yang dapat dikatakan sangat “manja”, khususnya di Indonesia karena sistem pengelolahan tanaman Apel dari penggarapan lahan, penanaman, pengobatan sampai masa panen memerlukan banyak perlakuan sehingga memerlukan biaya dan tenaga yang banyak pula.

       Pada proses penggarapan lahan, sebaiknya tanah yang akan ditanami Apel hendaknya subur dan dipastikan banyak mengandung unsur hara yang mendukung sistem perakaran dan pertumbuhan tanaman Apel nantinya. pH tanah dijaga agar tidak terlalu asam dan tidak terlalu basa. Untuk itu, tanah awalanya diberi perlakuan pememberian pupuk kandang dan sisa-sisa tumbuhan yang membusuk untuk menambah sifat kesuburan tanahnya sebelum melakukan penanaman tanaman Apel.

       Ketika sudah siap tanam, pemilihan bibit Apel yang unggul juga perlu menjadi perhatian. Bibit Apel yang akan ditanam hendaknya sudah cukup umur sekitar 1 tahun sehingga mempunyai ketahanan yang kokoh terhadap lingkungan bebas. Perlu diketahui, terdapat pula petani yang melakukan proses penyutikan dulu bibit Apel untuk kemudian dicangkok sehingga mampu menjadikan bibit yang unggul (biasanya dari Apel hutan, jawa : Apel Alas). Jarak tanamnya pun juga perlu diperhatikan, yakni 2,5 meter. Hal tersebut dilakukan agar mampu membuat sistem perakaran yang teratur dan tidak mengganggu tanaman Apel yang lain.

         Setelah ditanam, Apel dibesarkan dan dalam prosesnya perlu dilakukan pengobatan baik secara alamiah maupun memakai obat kimia untuk menambah kualitas buah yang dihasilkan nantinya juga untuk menanggulangi terserang hama dan penyakit. *** kedepannya perlu dipromosikan pemakaian obat-obatan alamiah sehingga mampu menghasilkan buah Apel Organik. Setelah dewasa dan mulai menghasilkan buah (saat masih kecil, jawa : penthil), tanaman Apel biasanya harus diobat dengan menggunakan kombinasi obat tertentu sesuai dengan keperluan, misalnya Dithane biasanya untuk menuwangkan buah, Antracol mendinginkan tanaman agar daunnya tidak rontok dan tanaman menjadi hijau dan kuat, Policur biasanya berfungsi untuk mengatasi kanker dengan cara diusapkan ke setiap bagian pohon dan ranting Apel, Dormex biasanya juga untuk proses pemekaran tunas atau bakal ranting dari tanaman


3 May

Mahreza Rezqy Bahtiar, dilahirkan dijakarta 7 Agustus 1993 dari keluarga sederhana. Anak pertama  dari tiga bersaudara.

Saat ini dia sedang berkuliah dipendidikan formalnya di Universitas Gunadarma Kalimalang. jurusan akuntansi.

Sekolah menengah dia selesaikan Sekolah Menengah Atas Yadika 11 Jatirangga.

Sekolah Menengah Pertama Negeri 24 Bekasi dan Sekolah Dasar Jatisari 3.

Dia aktif berbagai macam organisasi baik dilingkungan tempat tinggal maupun disekolah,seperti ketika masa sekolah menengah pertama dia aktif di ke PMRan  sekolah , dan hingga saat ini dia tercatat sebagai anggota Remaja Masjid Darul Hijrah di Komplek Jatisari Permai dimana dia tinggal.

Tempat Kuliah dia saat ini yaitu Universitas Gunadarma Kalimalang sangat banyak memberikan pelajaran dan pengalaman hidup.

Baik dalam hal berorganisasi bekerja Kelompok , Persahabatan, Percintaan hehehe…

Hukum Perikatan

16 Apr

Hukum Perikatan

A. Pengertian 

           Hukum perikatan yang dalam bahasa belanda dikenal dengan sebutan verbintenis ternyata memiliki arti yang lebih luas  daripada perjanjian. Hal ini disebabkan karena hukum perikatan juga mengatur suatu hubungan hukum yang tidak bersumber dari suatu persetujuan atau perjanjian. Hukum perikatan yang demikian timbul dari adanya perbuatan melanggar hukum “onrechtmatigedaad” dan perkataan yang timbul dari pengurusan kepentingan orang lain yang tidak berdasarkan persetujuan “zaakwaarneming


Berikut ini merupakan definisi hukum perikatan menurut para ahli :

  1. Hukum perikatan menurut Pitlo adalah “suatu hubungan hukum yang bersifat harta kekayaan antara dua orang atau lebih, atas dasar mana pihak yang satu memiliki hak (kreditur) dan pihak yang lain memiliki kewajiban (debitur) atas suatu prestasi”.
  2. Hukum perikatan menurut  Hofmann adalah “suatu hubungan hukum antara sejumlah terbatas subjek-subjek hukum sehubungan dengan itu seorang atau beberapa orang daripadanya mengikatkan dirinya untuk bersikap menurut cara-cara tertentu terhadap pihak yang lain, yang berhak atas sikap yang demikian itu”.
  3. Hukum perikatan menurut Subekti adalah “Suatu hubungan hukum antara 2 pihak, yang mana pihak yang satu berhak menuntut sesuatu dari pihak yang lainnya yang berkewajiban memenuhi tuntutan itu”.

Sementara pengertian hukum perikatan yang umum digunakan dalam ilmu hukum adalah: “Suatu hubungan hukum mengenai kekayaan harta benda antara dua orang yang memberi hak kepada pihak yang satu untuk menuntut sesuatu barang dari pihak yang lainnya sedangkan pihak yang lainnya diwajibkan untuk memenuhi tuntutan tersebut. Pihak yang berhak menuntut adalah pihak yang berpihutang (kreditur) sedangkan pihak yang wajib memenuhi tuntutan dinamakan pihak berhutang (debitur) sementara barang atau sesuatu yang dapat dituntut disebut dengan prestasi”.


B. Dasar Hukum Perikatan


Dasar hukum perikatan berdasarkan KUHP terdapat 3 sumber, yakni :

  1. Perikatan yang timbul dari persetujuan (perjanjian)
  2. Perikatan yang timbul dari undang-undang
  3. Perkatan terjadi bukan perjanjian, tetapi karena perbuatan melanggar hukum (onrechtmatige daad) dan perwakilan sukarela (zaakwaarneming)

 Sumber perikatan berdasarkan Undang-undang, yaitu :

  1.  Perikatan ( Pasal 1233 KUH Perdata ) : Perikatan lahir karena persutujuan atau karena undang-undang. perikatan ditunjukan untuk memberikan sesuatu, untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu.
  2.  Persetujuan ( Pasal 1313 KUH Perdata ) : Suatu persetujuan adalah suatu perbuatan dimana satu orang atau lebih mengikatkan diri terhadap satu orang lain atau lebih.
  3. Undang-undang ( Pasal 1352 KUH Perdata ) : Perikatan yang lahir karena undang-undang timbul dari undang-undang atau dari undang-undang sebagai perbuatan orang 



C. Azas-azas dalam hukum perikatan

Asas-asas dalam hukum perikatan diatur dalam Buku III KUH Perdata, yakni menganut azas kebebasan berkontrak dan azas konsensualisme.

  1. Asas Kebebasan Berkontrak Asas kebebasan berkontrak terlihat di dalam Pasal 1338 KUHP Perdata yang menyebutkan bahwa segala sesuatu perjanjian yang dibuat adalah sah bagi para pihak yang membuatnya dan berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. 
  2. Asas konsensualisme Asas konsensualisme, artinya bahwa perjanjian itu lahir pada saat tercapainya kata sepakat antara para pihak mengenai hal-hal yang pokok dan tidak memerlukan sesuatu formalitas. Dengan demikian, azas konsensualisme lazim disimpulkan dalam Pasal 1320 KUHP Perdata. 


D.Wanprestasi dan Akibatnya

             Wanprestasi adalah tidak memenuhi atau lalai melaksanakan kewajiban sebagaimana yang ditentukan dalam perjanjian yang dibuat antara kreditur dengan debitur.

Ada empat kategori dari wanprestasi, yaitu :

·         Tidak melakukan apa yang disanggupi akan dilakukannya

·         Melaksanakan apa yang dijanjikannya, tetapi tidak sebagaimana yang dijanjikan

·         Melakukan apa yang dijanjikan tetapi terlambat

·         Melakukan sesuatu yang menurut perjanjian tidak boleh dilakukannya

Akibat-akibat wanprestasi berupa hukuman atau akibat-akibat bagi debitur yang melakukan wanprestasi, dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu :

1.       Membayar kerugian yang diderita oleh kreditur ( ganti rugi )

Ganti rugi sering diperinci meliputi tiga unsur, yakni :

Ø  Biaya adalah segala pengeluaran atau pengongkosan yang nyata-nyata sudah dikeluarkan oleh salah satu pihak

Ø  Rugi adalah kerugian karena kerusakan barang-barang kepunyaan kreditor yang diakibatkan oleh kelalaian si debitor

Ø  Bunga adalah kerugian yang berupa kehilangan keuntungan yang sudah dibayangkan atau dihitung oleh kreditor.


2.       Pembatalan perjanjian atau pemecahan perjanjian

Di dalam pembatasan tuntutan ganti rugi telah diatur dalam Pasal 1247 dan Pasal 1248 KUH Perdata.

3.       Peralihan resiko

Adalah kewajiban untuk memikul kerugian jika terjadi suatu peristiwa di luar kesalahan salah satu pihak yang menimpa barang dan menjadi objek perjanjian sesuai dengan Pasal 1237 KUH Perdata.


E.Hapusnya Hukum Perikatan

Pasal 1381 secara tegas menyebutkan sepuluh cara hapusnya perikatan. Cara-cara tersebut adalah:

Ø  Pembayaran.

Ø  Penawaran pembayaran tunai diikuti dengan penyimpanan atau penitipan (konsignasi).

Ø  Pembaharuan utang (novasi).

Ø  Perjumpaan utang atau kompensasi.

Ø  Percampuran utang (konfusio).

Ø  Pembebasan utang.

Ø  Musnahnya barang terutang.

Ø  Batal/ pembatalan.

Ø  Berlakunya suatu syarat batal.

Ø  Dan lewatnya waktu (daluarsa).


Pembayaran dalam arti sempit adalah pelunasan utang oleh debitur kepada kreditur, pembayaran seperti ini dilakukan dalam bentuk uang atau barang. Sedangkan pengertian pembayaran dalam arti yuridis tidak hanya dalam bentuk uang, tetapi juga dalam bentuk jasa seperti jasa dokter, tukang bedah, jasa tukang cukur atau guru privat.


Konsignasi terjadi apabila seorang kreditur menolak pembayaran yang dilakukan oleh debitur, debitur dapat melakukan penawaran pembayaran tunai atas utangnya, dan jika kreditur masih menolak, debitur dapat menitipkan uang atau barangnya di pengadilan.


Novasi adalah sebuah persetujuan, dimana suatu perikatan telah dibatalkan dan sekaligus suatu perikatan lain harus dihidupkan, yang ditempatkan di tempat yang asli. Ada tiga macam jalan untuk melaksanakan suatu novasi atau pembaharuan utang yakni:

1.       Apabila seorang yang berutang membuat suatu perikatan utang baru guna orang yang mengutangkannya, yang menggantikan utang yang lama yang dihapuskan karenanya. Novasi ini disebut novasi objektif.

2.       Apabila seorang berutang baru ditunjuk untuk menggantikan orang berutang lama, yang oleh siberpiutang dibebaskan dari perikatannya (ini dinamakan novasi subjektif pasif).

3.       Apabila sebagai akibat suatu perjanjian baru, seorang kreditur baru ditunjuk untuk menggantikan kreditur lama, terhadap siapa si berutang dibebaskan dari perikatannya (novasi subjektif aktif).



Yang dimaksud dengan kompensasi adalah penghapusan masing-masing utang dengan jalan saling memperhitungkan utang yang sudah dapat ditagih antara kreditur dan debitur.



Konfusio adalah percampuran kedudukan sebagai orang yang berutang dengan kedudukan sebagai kreditur menjadi satu. Misalnya si debitur dalam suatu testamen ditunjuk sebagai waris tunggal oleh krediturnya, atau sidebitur kawin dengan krediturnya dalam suatu persatuan harta kawin.


Sumber :                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               




16 Apr


A.Pengertian Hukum Perjanjian

            Isitilah kontak atau perjanjian dapat kita temukan /jumpai di KUHP. Dimana didalam ketentuan hukum tersebut banyak dimuat pengertian kontrak atau perjanjian. Dari istilah tersebut bahwa kitab undang-undang juga menggunakan istilah perutangan dan perikatan tetapi,pengertian dari istilah tersebut tidak diberikan. Pada pasal 1313dalam KUHP menjelaskan pengertian perjanjian ialah “suatu perbuatan satu orang atau lebih untuk mengikatkan dirinya terhadap satu orang atau lebih”.


B.Standar Kontrak

           Standar kontarak adalah dimana suatu perjanjian yang isinya telah ditetapkan terlebih dahulu secara tertulis berupa formulir-formulir yang digandakan dalam jumlah tidak terbatas, untuk ditawarkan kepada para konsumen tanpa memperhatikan perbedaan kondisi para konsumen tersebut.

Standar kontark terbagi menjadi dua yaitu :

  1. Kontrak standar khusus yaitu kontrak yang ditetapkan oleh pemerintah baik adanya dan berlakunya hanya untuk para pihak ditetapkan sepihak oleh pemerintah.
  2. Kontrak standar umum yaitu kontrak yang isinya telah disiapkan lebih dahulu oleh kreditor dan kemudian disodorkan kepada debitor.

C.Macam-macam Perjanjian

  1. Hukum perjajian lama
  2. Hukum perjanjian jual beli
  3. Hukum perjanjian adat
  4. Hukum perjanjian pra nikah
  5. Hukum perjan khusus

D.Syarat Sah Perjanjian

            Suatu kontrak atau perjanjian dapat dikatakan sah apabila perjanjian tersebut harus memenuhi syarat tertentu. Dimana menurut ketentuan pasal KUHP Perdata ada empat syarat dimana suatu kontrak atau perjanjian dapat dikatakan sah yaitu:

  1. Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya dalam sebuah perjanjian
  2. Mengenai suatu hal tertentu yang telah disepakati sebelumnya
  3. Suatu sebab yang halal
  4. Mengenai suati hal tertentu

E.Saat Lahirnya Perjanjian

Adabeberapa teori yang bisa digunakan untuk menentukan saat lahirnya kontrak yaitu:

a. Teori Pernyataan (Uitings Theorie)

Menurut teori ini, kontrak telah ada/lahir pada saat atas suatu penawaran telah ditulissuratjawaban penerimaan. Dengan kata lain kontrak itu ada pada saat pihak lain menyatakan penerimaan/akseptasinya.

b. Teori Pengiriman (Verzending Theori).

Menurut teori ini saat pengiriman jawaban akseptasi adalah saat lahirnya kontrak. Tanggal cap pos dapat dipakai sebagai patokan tanggal lahirnya kontrak.

c. Teori Pengetahuan (Vernemingstheorie).

Menurut teori ini saat lahirnya kontrak adalah pada saat jawaban akseptasi diketahui isinya oleh pihak yang menawarkan.

d. Teori penerimaan (Ontvangtheorie).

Menurut teori ini saat lahirnya kontrak adalah pada saat diterimanya jawaban, tak peduli apakahsurattersebut dibuka atau dibiarkan tidak dibuka. Yang pokok adalah saatsurattersebut sampai pada alamat si penerimasuratitulah yang dipakai sebagai patokan saat lahirnya kontrak.


F.Pembatalan dan Pelaksanaan Suatu Perjanjian

               Dalam pembatalan suatu perjanjian dapat menimbulkan kerugian. Baik dari pihak yang membuat janji maupun yang diajak dalam perjanjian. Kerugian dalam pembatalan sebuah perjanjian dapat disebabkan oleh kesalahan salah satu pihak konstruksi tersebut dikenal dengan sebutan “wanprestasi atau ingkar janji”.

Tiga bentuk ingkar janji yaitu:

  1. Terlambat memenuhi prestasi
  2. Memenuhi prestasi secara tidak sah, dan
  3. Tidak memenuhi prestasi sama sekali

Dan yang dimaksud dengan pelaksanaan perjanjian yaitu suatu realisasi atau pemenuhan hak dan kewajiban yang telah diperjanjikan oleh pihak-pihak agar perjanjian itu dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Pelaksanaan tersebut biasanya menyangkut soal pembayaran dan penyerahan barang yang menjadi objek utama perjanjian tersebut.


Sumber : pelaksanaan-suatu-perjanjian/













14 Apr

          Hukum perdata yang berlaku di Indonesi beranekaragam, artinya bahwa hukum perdata yang berlaku itu terdiri dari berbagai macam ketentuan hukum,di mana setiap penduduk itu tunduk pada hukumya sendiri, ada yang tunduk dengan hukum adat, hukum islam , dan hukum perdata barat. Adapun penyebab adanya pluralism hukum di Indonesia ini adalah
1. Politik Hindia Belanda
Pada pemerintahan Hindia Belanda penduduknya di bagi menjadi 3 golongan:
a. Golongan Eropa dan dipersamakan dengan itu
b. Golongan timur asing. Timur asing dibagi menjadi Timur Asing Tionghoa dan bukan Tionghoa, Seperti Arab, Pakistan. Di berlakukan hukum perdata Eropa, sedangkan yang bukan Tionghoa di berlakukan hukum adat.
c. Bumiputra,yaitu orang Indonesia asli. Diberlakukan hukum adat.
Konsekuensi logis dari pembagian golongan di atas ialah timbulnya perbedaan system hukum yang diberlakukan kepada mereka.
2. Belum adanya ketentuan hukum perdata yang berlaku secara nasional.


           Hukum perdata ialah aturan-aturan hukum yang mengatur tingkah laku setiap orang terhadap orang lain yang berkaitan dengan hak dan kewajiban yang timbul dalam pergaulan masyarakat maupun pergaulan keluarga. Hukum perdata dibedakan menjadi dua, yaitu hukum perdata material dan hukum perdata formal. Hukum perdata material mengatur kepentingan-kepentingan perdata setiap subjek hukum. Hukum perdata formal mengatur bagaimana cara seseorang mempertahankan haknya apabila dilanggar oleh orang lain.

Indonesia Sebagai Negara Hukum
Indonesia merupakan negara hukum, hal tersebut dinyatakan dalam pasal 1 ayat 3 UUD 1945 hasil amandemen. Berdasarkan rechstaat sebagai landasan konseptual, itu menggambarkan bahwa Indonesia tanpa adanya konstitusi pun merupakan negara yang selalu berdasarkan hukum. Ini pun menjadi keadaan yang faktual seperti cerita lama Van Vollen Hoven yang menunjukkan adanya 19 wilayah hukum (rechtskringen) di Indonesia.

Penegakkan Hukum Di Indonesia

Dari penjelasan di atas, pada dasarnya Indonesia tidak dapat dilepaskan dari hukum. Kata hukum disini seperti hal yang sudah tidak ada nilainya untuk rakyat menengah kebawah. Oleh karenanya, sudah menjadi rahasia umum bahwa saat ini hukum ibarat sebuah pisau yang sangat tajam jika digunakan ke bawah namun sangat tumpul jika digunakan ke atas. Hukum di Indonesia saat ini dapat dikendalikan dengan mudahnya oleh orang-orang yang berkuasa. Maksud orang-orang yang berkuasa disini adalah unsur politik. Semuanya dapat dikendalikan, hal ini memicu terjadinya Negara kekuasaan sentralis (machstaat).

Unsur politik merupakan unsur utama yang menjadikan hukum di Indonesia seperti Negara yang tidak mempunyai hukum. Banyak masalah-masalah Negara yang ditimbulkan oleh unsur politik. Bahkan Ketua KPK pun mengakui salah satu masalah Negara yaitu proses pemberantasan korupsi terhambat oleh politik(Republika, Rabu, 27 Juli 2001). Kasus-kasus hukum saat ini cenderung melibatkan organisasi politik dan jabatan. Syafi’i ma’arif menyatakan jika keadaan hukum saat ini tidak segera diatasi dan disembuhkan maka dalam jangka panjang akan mengakibatkan lumpuhnya penegakkan hukum di Indonesia.

Hukum saat ini cenderung sebagai alat untuk mewujudkan kepentingan para penguasa-penguasa Negara. Pada masa kolonialisme, hukum dijadikan alat untuk menjajah warga pribumi. Pada masa Presiden Soekarno hukum dijadikan alat revolusi. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto hukum dijadikan alat pembangunan. Adapun pada masa reformasi sampai sekarang hukum dijadikan alat kekuasaan (politik). Hal ini yang menjadi salah satu faktor penyabab hancurnya penegakkan hukum di Indonesia.


Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUH Perdata) yang dikenal dengan istilah Bugerlijk Wetboek (BW) adalah kodifikasi hukum perdata yang disusun di negeri Belanda. Penyusunan tersebut sangat dipengaruhi oleh Hukum Perdata Prancis (Code Napoleon). Code Napoleon sendiri disusun berdasarkan hukum Romawi (Corpus Juris Civilis) yang pada waktu itu dianggap sebagai hukum yang paling sempurna.
KUH Perdata (BW) berhasil disusun oleh sebuah panitia yang diketuai oleh Mr. J.M. Kemper dan sebagian besar bersumber dari Code Napoleon dan bagian yang lain serta kodifisikasi KUH Perdata selesai pada 5 Juli 1830, namun diberlakukan di negeri Belanda pada 1 Oktober 1838. pada tahun itu diberlakukan juga KUH Dagang (WVK).
Pada tanggal 31 Oktober 1837 Scholten van Oud Haarlem diangkat menjadi ketua panitia kodifikasi dengan Mr. A.A. Van Vloten dan Mr. Meyer masing-masing sebagai anggota. Panitia tersebut juga belum berhasil. Akhirnya dibentuk panitia baru yang diketuai Mr. C.J. scholten van Oud Haarlem lagi, tatapi anggotanya diganti, yaitu Mr. J. Schneither dan Mr. J. Van Nes. Akhirnya panitia inilah yang berhasil mengkodifikasi KUH Perdata Indonesia berdasarkan asas konkordasi yang sempit. Artinya KUH Perdata Belanda banyak menjiwai KUH Perdata Indonesia karena KUH Perdata Belanda dicontoh dalam kodifikasi KUH Perdata Indonesia.
Kodifikasi KUH Perdata (BW) Indonesia diumumkan pada 30 April 1847 melalui Statsblad No. 23, dan mulai berlaku pada 1 Januari 1848. kiranya perlu dicatat bahwa dalam menghasilkan kodifikasi KUH Perdata (BW) Indonesia ini Scholten dan kawan-kawannya berkonsultasi dengan J. Van de Vinne, Directueur Lands Middelen en Nomein. Oleh karenanya, ia juga turut berhasa dalam kodifikasi tersebut.

Kitab Undang-undang Hukum Perdata (BW) Indonesia terdiri dari empat buku sebagai berikut :
A. Buku I, yang berjudul ”perihal orang” (van persoonen), memuat hukum perorangan dan hukum kekeluargaan.
B. Buku II, yang berjudul ”perihal benda” (van zaken), memuat hukum benda dan hukum waris.
C. Buku III, yang berjudul ”perihal perikatan” (van verbintennisen), memuat hukum harta kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban yang berlaku bagi orang-orang atau pihak-pihak tertentu.
D. Buku IV, yang berjudul ”perihal pembuktian dan kadaluarsa” (van bewijs en verjaring), memuat perihal alat-alat pembuktian dan akibat-akibat lewat waktu terhadap hubungan-hubungan hukum.

Menurut ilmu pengetahuan, hukum perdata sekarang ini lazim dibagi dalam empat bagian, yaitu :
A. Hukum tentang orang atau hukum perorangan (persoonenrecht) yang antara lain mengatur tentang:
a. Orang sebagai subjek hukum.
b. Orang dalam kecakapannya untuk memiliki hak-hak dan bertindak sendiri untuk melaksanakan hak-haknya itu.
B. Hukum kekeluargaan atau hukum keluarga (familierecht) yang memuat antara lain :
. Perkawinan, perceraian beserta hubungan hukum yang timbul didalamnya seperti hukum harta kekayaan suami dan istri.
a. Hubungan hukum antara orangtua dan anak-anaknya atau kekuasaan orang tua (ouderlijke macht).
b. Perwalian (voogdij).
c. Pengampunan (curatele).

C. Hukum kekayaan atau hukum harta kekayaan (vermogensrecht) yang mengatur tentang hubungan-hubungan hukum yang dapat dinilai dengan uang. Hukum harta kekayaan ini meliputi :
a. Hak mutlak ialah hak-hak yang berlaku terhadap setiap orang.
b. Hak perorangan adalah hak-hak yang hanya berlaku terhadap seorang atau suatu pihak tertentu saja.
c. Hukum waris (erfrecht) mengatur tentang benda atau kakayaan seseorang jika ia meninggal dunia (mengatur akibat-akibat hukum dari hubungan keluarga terhadap harta warisan yang ditinggalkan seseorang.